Dirgahayu Kaum Muda Indonesia!

Tuesday, October 26th, 2010


siradel.blogspot.com
Aktivis Pemuda di Masa Pergerakan Dan Perjuangan Di Masa Revolusi 1945 – Sumber Foto : siradel.blogspot.com

Semoga memasuki ulang tahun-Nya yang ke-65  Indonesia dapat menjawab keresahan di relung “kaum muda”.  Dimana selama ini dalam perjalanannya pemuda relatif belum dipercaya memimpin masyarakat dan terlihat mereka “hanya” sedang berada di dalam latihan dan pengawasan orang lebih tua. Di dalam politik sebagai unsur kehidupan yang berfungsi dan memimpin masyarakat, pemuda dilihat sebagai “belum” memenuhi syarat. Saya jadi teringat dengan syair penyanyi Chandra Darusman bersama dengan Grup Musik Chaseiro-nya mendendangkan lagu Pemuda : Pemuda kemana langkahmu menuju. Tujuan sejati menunggumu sudah. Tetaplah pada pendirian semula. Dimana artinya berjuang, tanpa suatu pengorbanan….Dimana arti rasa satu itu. Bersatulah semua, seperti dahulu. Lihatlah temukan keinginan luhur dan terjangkau semua….. Pemuda mengapa wajahmu tersirat. dengan pena yang bertinta belah. Cerminan tindakan akan perpecahan, bersihkanlah noda itu semua. Masa depan yang selalu menabirimu pemuda. Bersatulah semua, seperti dahulu. Lihatlah temukan keinginan luhur dan terjangkau semua….”

Kaum Muda

indonesianvoices.blogspot.com
Aktivis Pemuda Di Masa Pergerakan Dan Perjuangan – Sumber Foto : indonesianvoices.blogspot.com

Kesadaran generasi muda mempunyai peran diri yang potensial di masa lalu, di masa kini maupun di masa depan dari bagian sistem politik yang pernah tumbuh di Indonesia. Kenyataan historis seperti terjadi dikalangan pemuda pada pertengahan tahun 1920-an sampai tahun 1930-an merupakan bagian dari pertumbuhan kesadaran nasional (ke-Indonesia-an), aktivis pemuda di masa pergerakan dan perjuangan kemerdekaan, dimasa revolusi 1945, dimasa pergantian Orde-lama ke Orde- Baru dan bahkan di masa pergantian Orde Baru ke Orde-Reformasi, tak memungkinkan pemerintah mengabaikan generasi muda. Fakta empiris kaum muda salah satu kelompok pelopor agen of change yang mampu merobohkan establishment sebuah pemerintahan yang menyimpang (anomali). Memang sejarah peranan pemuda sebagai pencetus “lokomotif” perubahan sosial politik. Peristiwa-peristiwa tergulirnya para penguasa dibelahan dunia, seperti hal Juan Peron di Argentina (1955), Ershad di Bangladesh (1990), Perez Jimenez di Venezuela (1958), Soekarno dimasa Orde-lama (1966), Ayub Khan di Paskitan (1969), Peralihan di masa Orde Baru (1998), dan sebagainya. Sebagai peristiwa keberhasilan para intelektual kaum muda. Apalagi potensi yang dipunyai kaum muda terlihat dari jumlahnya (kuantitas) amat besar, penguasaan ilmu dan teknologi, intelektualisme dan profesionalisme yang dimiliki, sikap dan perilaku dan kepeloporan, cakrawala yang memadai, watak yang lebih terbuka akan perubahan, kreatif, spontanitas dan konsisten. Yang tak memungkinkan kekuatan politik manapun untuk menafikan mereka.

Meskipun diakui gairah kalangan muda tinggi dalam merespons berbagai persoalan bangsa belakangan tinggi, namun masyarakat menilai kiprah generasi muda di negeri ini masih kurang memuaskan. Dalam berbagai persoalan bangsa, baik politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan kiprah mereka belum banyak berarti.

Sebab musababnya, selain persoalan sosial yang ada disekililingnya seperti penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba), kecenderungan meningkatnya kehidupan sex bebas dan sebagainya. Yakni, adanya ambivalensi dalam kebijaksanaan kepemudaan. Sekaligus menunjukkan betapa ke-esksistensi-an pemuda tak berdaya menghadapinya, karena telah berjalan puluhan tahun tanpa disertai oleh usaha dan kebijaksanaan yang mendasar. Disatu pihak pemuda dirangsang untuk melibatkan diri kedalam proses politik dengan jalan merangsang mereka lewat harapan kekuasaan, posisi sosial dan ekonomi. Dilain pihak pemuda belum dipercaya sebagai bagian masyarakat yang telah mempunyai hak dan kewajiban penuh untuk bertanggung jawab mengendalikan kehidupan politik. Disini implisitnya pemuda hanya dipolitisasi hanya sebagai katalisator mempercepat perubahan yang diinginkan sekelompok generasi diatasnya.

Kesempatan

daveakbarshahfikarno.wordpress.com
Sumber Foto : daveakbarshahfikarno.wordpress.com

Pemupukan kedaulatan generasi muda sebagai unsur yang utuh dari masyarakat memerlukan perubahaan sikap generasi tua atau golongan mampan secara mendasar. Sebab secara tradisional di kalangan kaum mapan Indonesia tertanam suatu budaya politik bahwa generasi muda adalah unsur masyarakat yang berada dalam situasi peralihan dari anak-anak ke dewasa. Pemuda belum diterima sebagai bagian yang utuh dari dunia orang lebih tua. Karena itu hak dan kewajiban merekapun tidaklah sama dengan orang lebih tua. Mereka belum dipercaya memimpin masayarakat dan untuk itu mereka sedang berada di dalam latihan dan pengawasan orang lebih tua. Di dalam politik sebagai unsur kehidupan yang berfungsi dan memimpin masyarakat, pemuda dilihat sebagai belum memenuhi syarat.

Arbi Sanit, dalam bukunya Mahasiswa, Kekuasaan dan Bangsa melihat, bahwa di dalam konsepsi masyarakat modern, pandangan yang bersifat diskriminatif seperti itu tidak sesuai lagi. Pemuda yang bukan lagi anak-anak itu dianggap sudah bertanggung jawab atas diri diri dan masyarakat. Undang-undang (UU) kita pun telah memasukkan mereka ke dalam dunia orang dewasa dengan memberikan hak politik kepada mereka. Hak pilih telah diberikan kepada mereka yang berumur 17 tahun, sedangkan hak dipilih kepada mereka yang berumur 21 tahun. Jelaslah bahwa Pemuda telah dipercaya di dalam kehidupan politik sekalipun. Masalahnya mengapa masih terdapat pembatasan di dalam bebagai aspek kehidupan politik lainnya? Tentualah masalahnya lebih banyak terkait kepada kepentingan. Generasi tua yang enggan meninggalkan posisinya mengemukakan berbagai alasan, seperti tidak siap, kurang matang, harus sabar dan banyak lainnya, sebagai dalih untuk menunda kesempatan kepada generasi muda. Tapi generasi tua lupa bahwa dikala mereka mulai memasuki posisi yang dipangkunya, umur mereka-pun tergolong muda. Alangkah lamanya mereka berada di dalam posisi itu.

Diskursus pemuda adalah masalah kesempatan yang memiliki kaitan erat dengan politik, ekonomi, sosial, budaya dan jika demikian maka masalah pemuda adalah masalah hak kemanusiaan. Dan jika demikian, hal ini merupakan inti terpenting dari masalah eksistensi sosial manusia dalam realitas sejarah, dan hal inilah menjadi syarat terpenting bagi interaksi sosial juga berkaitan dengan penciptaan dan peran serta aktif manusia. Dengan demikian, pemuda sebagai manusia harus eksis dan berhak dalam berbagai aspek kehidupan politik, sosial, ekonomi, budaya tanpa ada perkecualian seperti pembedaan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahsa, agama, politik atau pandangan lain, asal-usul kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan lain.

Diskursus pemuda bukanlah permasalahan terlepas dari semua fenomena di dunia. Diskursus pemuda berkaitan erat dengan masalah politik, sosial, ekonomi, budaya. Dan salah jika membicarakan masalah pemuda berangkat dari konteks pemikiran, mengatakan pemuda kurang matang, belum siap dan sebagainya. Sementara fakta empirisnya bukankah reformasi yang bergulir sekarang ini, tak lepas dari besarnya kalangan pemuda yang tanpa lelah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun turun ke jalan. dengan resiko tak jarang berbuntut bentrokan dengan aparat menelan korban nyawa orang-orang muda. Bahkan pemilu pertama dalam masa reformasi ratusan, ribuan, jutaan pemuda ter-akumulasi menjalankan peran kontrol sosialnya dalam mengakkan demokrasi. mereka terjun langsung sebagai pengawas Pemilu.

Dalam konteks kekinian yang penuh persaingan ketat sekarang ini, tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam jumlah yang besar. Sama sekali tidak ada yang menyadari ada sumber daya manusia yang cukup besar tersimpan di setiap negara. Sumber daya yang diabaikan itu antara lain adalah pemuda. Yaitu pemuda memiliki kekuatan besar dan luar biasa, karena telah tertutup oleh keangkuhan politik generasi tua.

Meski demikian relatif tereduksi, akan tetapi tak bisa dinafikan bahwa peran pemuda dalam historis perjuangan bangsa ini sangatlah signifikan. Mereka senantiasa tampil sebagai pioner dalam setiap momentum perjuangan bangsa. Mereka adalah kaum muda selalu peka dan memikirkan nasib bangsanya. MERDEKA!!!!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: