JJ Amstrong Menilai Kontra Kasasi Kotor Penuh Coretan Sama Dengan Lecehkah Mahkamah Agung (MA)

Friday, September 25th, 2015

image

Jakarta-JP: Buntut permasalahan kasus perdata atas sengketa waris yang pernah disidangkan PN Jakarta Barat yang sampai saat ini masih bergulir di Mahkamah Agung (MA), mendapat kritikan tajam dari praktisi hukum, JJ Amstrong Sembiring, SH., MH.
Perkara dengan nomor 320/PDT.G/2013/PN.JKT.BAR ini dinilai Amstrong penuh kontroversi, pasalnya dalam persidangan sempat terjadi beberapa kejadian antara lain, kuasa hukum protes dengan cara melukai dirinya sendiri dan yang tak kalah hebohnya majelis hakim bermain handycam saat pembacaan putusan.
“Perilaku majelis hakim yang tidak profesional dalam menjalankan profesinya dengan tertangkap tangan menggunakan handycam saat sedang menjalankan persidangan” ujar Amstrong di Jakarta (22/9)
Meski Badan Pengawas Komisi Yudisial sudah menjatuhkan sanksi kepada dua hakim berinisial H dan SH dengan cara dimutasi, namun menurut Amstrong hukuman hakim “nakal” tersebut tidak sepadan dengan putusan hukum yang disidangkan, karena jelas para hakim itu dinilai melakukan perbuatan tercela dan melanggar poin 2.1 kode etik hakim, yaitu, Hakim harus berperilaku jujur (fair) dan menghindari perbuatan yang tercela atau yang dapat menimbulkan kesan tercela.
“Terkesan majelis Hakim tidak mencerminkan seorang yang adil dalam memutuskan perkara, bahkan ironisnya saat persidangan waktu itu majelis hakim menutup sidang tanpa ada agenda jadwal sidang berikutnya” jelas Amstrong
Selanjutnya, kata Amstrong akibat keputusan tersebut penasehat hukum mengajukan banding dan berlanjut ke kasasi. Dalam kasasi inilah yang diterima kuasa hukum terdapat kejanggalan dengan beberapa coretan.
“setahu saya coretan hanya ada dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 30 tahun 2004 tentang jabatan notaris dan itu tertuang pada pasal 50, dan jika ada coretannya itu pun harus ada saksi” jelasnya
Pencoretan sepihak itu, lanjut Amstrong tentu akan menimbulkan spekulasi bahwa sengaja diperbaiki pihak lain, karena ini kasus perdata, bahkan kuat dugaan ini sengaja menyepelekan MA karena dinilai “satu paket” mafia peradilan. Dokumen coretan tersebut ditandatangani Sophan Girsang, Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 24/3/3015 dan diterima kuasa hukum tak lama setelah dikirimkan memori kasasi.
“setahu saya ini baru pertama kali di Indonesia, kalaupun Mahkamah Agung (MA) meloloskan atau mempertimbangkan dokumen yang “kotor” penuh coretan tersebut berarti melecehkan diri sendiri dan institusi MA karena MA merupakan organisasi yang mempunyai struktur dan etika organisasi” jelas Amstrong yang juga dosen di salah satu Universitas
Menurut Amstrong, MA harus menolak kontra kasasi nomor 1477KP/2015 karena tidak mencerminkan nilai etika prosedural.
“Dokumen surat resmi harus mempunyai nilai etika prosedural dan memenuhi ketentuan etika aturan sebagaimana mestinya” jelas amstrong yang juga alumni UI
Amstrong berpendapat jika nanti semua pihak berperkara hukum bisa seenak-enaknya mengesampikan nilai etika yang baik dengan membuat dokumen surat jika salah tidak perlu diganti cukup diperbaiki langsung dicoret dengan spidol atau pulpen lalu diparaf sepihak, beres sudah.
“didalam kode etik dan perilaku hakim jelas-jelas disebutkan bahwa kewajiban hakim untuk memelihara kehormatan dan keluhuran martabat seperti dalam sepuluh aturan perilaku hakim” pungkasnya (ips)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: